Pages

Selasa, 24 Mei 2011

Greetings from Japan

     Buat teman-teman istilah anime, manga, sushi, Harajuku style ah pokoknya semua yang serba berbau jepang kayaknya udah nggak asing lagi. Kalau aku perhatiin tren ini semakin hari semakin booming. Terbukti, makin lama makin banyak saja acara dan event di berbagai tempat yang menggunakan tema serba jepang. Mulai dari cosplay festival, bunkasai matsuri, berbagai lomba menggambar manga, lomba shodo, festival band musik J-Pop & J-Rock, dll. Wuhh banyak banget yaaa...

      Nah disini aku akan lebih menyoroti tentang pop culture impor dari negeri para samurai yang ramai digemari anak-anak muda di Indonesia saat ini adalah Harajuku Style. Konon gaya serba boleh di harajuku ini sudah banyak diadopsi sama remaja kita, sebagai bagian dari usaha jual tampang dan ngobral sensasi.

     Harajuku Style di mata anak-anak remaja Indonesia pengertiannya adalah gaya berbusana yang aneh, nyentrik, dan serba ngejreng. Padahal sebenarnya Harajuku adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan gak dicantumin di buku alamat.

COBA KITA  LIHAT PERBANDINGAN HARAJUKU  ALA JEPANG DAN INDONESIA




harajuku style Indonesia ga kalah juga sama Jepang


sambil iklan es teh boleh juga :D


Coba kita lihat harajuku style ala Jepang
Harajuku style ala orang Jepang


harajuku style Jepang
         Akan tetapi, di balik itu semua, ada beberapa hal yang kalau saya perhatikan ternyata tetap ada perbedaannya juga antara Harajuku Style yang berkembang di Jepang dengan Harajuku Style yang biasa dipraktekkan remaja Indonesia. Kalau di Indonesia, nampaknya mereka tidak seberani remaja jepang dalam mengekspresikan diri lewat Harajuku Style-nya itu. Kenapa saya katakan demikian? Karena sebenarnya kalau saya perhatikan gaya Harajuku Style yang versi Jepang asli itu benar-benar sudah gak mengedepankan lagi etika moral berpakaian.

harajuku  mix batik sudah mulai booming
                                                
     Gaya Harajuku versi Jepang gak hanya sekedar motong rambut jadi gak beraturan dan mengenakan pelindung tubuh yang gokil abis. Tapi ternyata ada beberapa aliran cara berpakaiannya. Sebut saja gothic lolita yang kebanyakan dipakai oleh cewek-cewek Jepang, dengan pola busana elegan, gothic, feminin, dan menjadikan si pemakai seperti boneka bermotif Victoria. Sementara kalau Harajuku Style-nya orang Indonesia biasanya mereka masih terbatas pada ekspresi gaya rambut, dan dandanan yang tidak terlalu mencolok (walaupun sudah ketebak kalau itu harajuku style versi pas-pasan). Mereka baru berani berpakaian Harajuku Style yang sebenarnya ketika ada event festival cosplay atau matsuri ala orang Indonesia aja.

hayo siapa yang mau potong rambut kayak gini? :p

                          Ah... ternyata tidak semua pengaruh budaya itu bisa membawa hal positif.

       Dengan diadakannya acara-acara gelar budaya Jepang di Indonesia adalah suatu hal yang positif. Karena alasannya dari sana kita bisa saling mengenal budaya-budaya setiap negara. Selain itu bisa juga membantu kita mempelajari banyak hal yang bermanfaat. Contohnya, dengan ikutan lomba speech kontes bahasa jepang, berarti kan secara tidak langsung kita mengasah dan menguji kemampuan penguasaan bahasa asing kita. Gak semua efek akulturasi budaya itu bisa berbahaya asal masih bisa ditempatkan pada tempat yang semestinya dan tidak berlebihan. Tapi kalau udah nyinggung masalah etika, moral, dan lebih lagi agama, waduh.... mendingan dipikir-pikir lagi dah sebelum melakukannya.



picture source : here, here

2 komentar:

Monica mengatakan...

ga bisa di sangkal, emang jepang itu kereeen abissss !!!

Anonim mengatakan...

bwahahaha kok foto"nya mas azayaka nampang ki -__-'' heh itu cosu, emg harajuku ya?

Posting Komentar